Sudah lama saya mendengar nama itu. Gang Dolly. Mulai dari guyonan-guyonan para pelawak di acara televisi, gambaran di sinteron dan film, bahkan koran-koran nasional yang kerap kali menjadikan gang dolly sebagai sajian informasi. Kesemuanya membuat saya sedikit menggerutu padahal sebenarnya pingin tahu, seperti apa sih gang dolly itu? Di acara lawakan kata-kata gang dolly itu selalu ditujukan pada karakter lelaki hidung belang, penggambaran di film tempat itu dinuansakan dengan hiruk-pikuk wanita malam, dan di surat kabar jelas saja mengenai penggrebekan, ingat cuma menggrebek. ga lebih, apalagi untuk membubarkan tempat itu.
Semua penggambaran tentang gang dolly, jujur membuat saya penasaran, seperti apa tempat fenomenal itu, seperti apa keadaan dan suasana lokalisasi itu, seperti apa? Karena di Surabaya sana siapa yang tak kenal gang dolly, mulai dari bocah ingusan sampai orang uzur sangat familiar dengan tempat itu.
Dolly memang berada di Surabaya, dan saya sendiri jauh di Sumatera, dan saya ga bilang loh kalo disini ga ada lokalisasi, sangat banyak! Tapi ketika mendengar gang dolly rasanya keseluruhan tempat prostitusi di Indonesia ini tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan gang dolly. Bahkan tempat pemuas syahwat itu di klaim sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, wuiih... sebuah prestasi bukan ya? Entahlah... yang pasti kenyataan itu sudah diakui banyak pihak, bahkan sempat ada rencana kalau gang dolly itu akan dijadikan target wisata di surabaya. Nah loh... 

Bukan hanya sekedar tempat menumpahkan nafsu birahi, dari informasi yang saya dapat bahwa penyajian cinta ala gang dolly ini terbilang unik dan benar-benar bombastis. Lihat saja, selain nongkrong di sekitaran gang, sebagian penjajah seks disana dipampang disebuah etalase layaknya seperti pakaian beserta patungnya dipajang di sebuah mall. Bisa kalian bayangkan kalau sedang melintas disana, maka sepanjang gang akan ada pemandangan wanita-wanita nan seksi dipajang di dinding berkaca yang siap menanti orderan. Nah, di gang yang lumayan lebar ini terdapat lebih dari 800 tempat prostitusi dengan 8000-an perempuan penggoda. Bukan mainnn!!!
Nah, dari semua kisi-kisi itu, saya benar-benar penasaran dan pengen sekali bisa melihat tempat itu. Saya ingin sekali menginjakan kaki ke daerah yang digadang-gadang sebagai salah satu sumber pendapatan daerah terbesar Surabaya itu. Eitss... Jangan berpikiran yang enggak-enggak dulu, coy... Jangan kira saya ingin kesana dalam rangka 'mencicipi' sajian etalase itu. Tapi pure ingin melihat langsung yang selama ini saya cuma mendapatkan gambaran-gambaran dari orang dan media. Ingin langsung melihat potret lokalisasi yang kompleks akan semua aktivitas, tak terkecuali bersekolah dan mengaji. Heumm, ironi juga yah melihat keseharian gang itu, dimana selalu terdengar lantunan ayat-ayat suci dari seorang bocah yang mengaji, namun juga terdengar desahan-desahan para pelaku bisnis haram yang mengiringi lantunan indah anak itu. Ya Tuhan... Ampunilah kami.
*JPL*
Sutradara : Tom Tykwer
Pemain : Ben Whishaw, Francesc Albiol, Gonzalo Cunill
Genre : Drama - Triler
Bahasa : Inggris
Rilis : 2007
Film ini diangkat dari sebuah novel best seller dengan judul yang sama. Murni fiksi memang, namun fiksi yang satu ini cukup unik, berani, dan bagi sebagian orang akan merasa menakutkan. Kisah yang berseting Perancis pada abad ke-18 ini mengusung tema drama triler dengan segala ketidakmasukakalannya walaupun sebenarnya menggunakan penceritaan yang sangat dekat dengan realita.
Sama seperti adikarya kebanyakan yang diangkat dari sebuah novel, film inipun menggunakan narator sebagai pemandu penonton selama film berjalan. Film pun bergerak mulus dengan menggunakan konsep tiga babak pada umumnya, yakni pengenalan tokoh, munculnya masalah, dan penyelesaian masalah. Film dibuka dengan kemunculan sosok pria lusuh dalam sel menanti hukuman, dan beberapa detik kemudian narator akan menarik penonton ke masa silam untuk menceritakan siapa lelaki dalam tahanan itu dan permasalahan apa yang sedang dihadapinya.
Diawal pemutaran, film ini berjalan sangat cepat untuk mengenalkan pada kita riwayat lelaki tadi. Dikisahkan Jean Baptiste Grenouille, lahir ditempat pembuangan ikan dari rahim seorang pedagang ikan pula disebuah pasar yang jorok dan penat. Si ibu berniat membuang Jean, namun sebelum maksudnya itu terlaksana para pengunjung dan pedagang pasar lainnya mencium niat busuk perempuan itu, lalu kemudian menghukum gantung dengan kasus pembuangan bayi.
Jean pun tinggal disebuah panti asuhan, tumbuh dengan diiringi kerasnya kehidupan di panti, mulai dari gangguan fisik hingga mental yang membuatnya lebih senang menyendiri. Dalam kesendirian itu pula Jean menemukan sebuah bakat luar biasa pada dirinya, yaitu penciuman yang sangat kuat. Dia dapat mendeteksi aroma bukan hanya dalam radius satu meter, dua meter, sepuluh kilometer, tapi hingga ratusan kilometer.
Kehidupan Jean semakin luntang-lantung ketika dijual dari tangan ke tangan, hingga akhirnya dia mengabdi pada lelaki tua peracik parfum ternama. Jean yang sudah dewasa belajar pada pak tua cara meracik parfum, dan dengan modal penciuman yang tajam dia bisa mengkombinasikan bahan-bahan parfume untuk menjadi wewangian luar biasa.
Pengenalan masalah pun muncul ketika Jean bereksperimen meracik parfume dengan caranya sendiri dan menggunakan lemak hewan sebagai medianya. Dari sinilah penonton mulai dikejutkan dengan pemandangan ’nyeleneh’ dari praktek pembuatan parfum ala Jean. Awalnya Jean menggunakan jasa PSK untuk melaksanakan uji cobanya ini, sang pelacur ditelanjangi dan seluruh tubuhnya diolesi dengan lemak yang sudah disediakan, namun wanita waras manakah, sekalipun itu pekerja seks mau diperlakukan dengan cara aneh terlebih lagi melihat perkakas Jean yang semuanya benda tajam. Disinilah mulanya Jean menjadi pembunuh berdarah dingin, karena si penjajah nafsu tadi membangkang, sontak Jean membunuhnya guna meraih obsesi wewangian dari tubuh wanita yang di deteksinya. Satu-persatu perempuan yang ada dikota itu dibunuh, ditelanjangi, digunduli, diolesi dengan lemak, lalu kemudian diserut kembali dengan alat kecil yang menyerupai arit. Lemak yang sudah dikikis dari keseluruhan tubuh korbannya, kemudian dicampurkan dengan alkohol, dipanaskan, lalu menghasilkan tetes demi tetes embun dari rebusan itu. Satu tubuh perempuan menghasilkan hanya beberapa mili liter cairan inti yang wanginya luar biasa.
Perbuatan Jean yang sudah membunuh 25 perempuan akhirnya diketahui pemerintah setempat, dan tanpa pikir panjang Jean pun dijatuhi hukuman mati. Pada saat pengeksekusian tiba, ribuan masyarakat dengan antusiasnya menyaksikan hukuman terhadap Jean. Ribuan masyarakat berbondong-bondong memenuhi lapangan tempat penghakiman Jean yang juga dipimpin seorang uskup. Namun siapkah anda pada adegan ini? Ketika Jean tiba dan siap di eksekusi, dia pun mengoleskan sedikit parfum racikannya ke leher dan saputangannya. Dan taukah apa yang terjadi? Semua hadirin yang ada di lapangan tiba-tiba seperti mabuk saat menghirup parfum sang pembunuh, satu persatu mereka menanggalkan pakaian, dan... terjadilah praktek seks massal, bahkan uskup agung pun melakukannya. Semua divisualisasikan secara ekstrem.
Film yang diadaptasi dari novel karya Patrick Suskind ini terbilang mengecewakan. Bukan semata-mata banyaknya adegan ’buka-bukaan’, toh kita sebagai dewasa menganggap hal itu bisa dimaafkan sesuai isi cerita. Namun begitu tidak masuk akalnya jika ribuan masyarakat terhipnotis hingga melakukan hal tak senonoh hanya karena menghirup parfume Jean, bahkan si pembunuh dianggap malaikat dan dibebaskan dari hukuman. Padahal jika kita perhatikan, begitu ”manusiawinya” film ini berjalan dari awal, namun justru ditutup dengan ending yang membuat kening mengkerinyit. Sungguh tidak masuk akal. Atas dasar apa hingga begitu besarnya efek aroma parfum yang diracik Jean menggugah nafsu birahi orang lain.
Maka tak salah pula banyak yang mengatakan film ini kurang berhasil memvisualisasikan cerita novelnya yang walaupun tetap vulgar namun lebih menakutkan, mengerikan, dan meneror pembaca. Sementara film ini hanya menampilkan cara membuat parfum kepada penonton disamping buka-bukaan tanpa ada kesadisan luar biasa seperti yang diharapkan.
Tidak terlalu memuaskan, apalagi bagi pecinta triler-slasher.
3 out of 5 stars.
*JPL*

Saya! Ya, kata itu bukan hanya mengartikan untuk menunjuk sejauh kurang lebih sepuluh sentimeter ke arah leherku. Tapi ada hal lainnya yang sudah mengurat, mendarahdaging, menghayat, bahkan menulang. Hal itu bagai dawai bagi kehidupanku, pada senar keindahan itulah Aku nantinya menggesek hari-hari dimana Aku bernafas (halaah...) Film! Itulah hal yang melekat padaku. Hal itu bisa dibilang hampir tak pernah lepas dari keseharianku, loh... kok bisa??? Apa lo pengangguran yang bisanya nonton doang?
Heloowww... Apa lo adalah pesepakbola handal hingga lo merasa wajib melihat pertandingan english premier league hingga larut malam? Atau lo adalah chef cantik nan seksi untuk masak buat makan sehari-hari?
Analogi yang pas (mungkin) untuk kasus seperti Aku yang maniak dengan film, upss... maniak disini bukan ke arah negatif hingga merugikan orang lain loh, yah paling cuma berefek keheranan dari orang-orang terdekatku, maklum... soalnya Aku sering khususnya zaman dulu, membeli DVD/VCD atau buku dengan uang yang pas-pasan, itulah yang terkadang membuat orang jadi gregetan sama Aku, hehehehe. Aku ingat dulu satu hari pergi-pulang sekolah harus jalan kaki, nahanin gak ke kantin, hanya demi membeli selingkar disk dalam sebuah kotak yang dibalut kertas kuning bergambar sosok pria lusuh bertuliskan GIE. Aku membawa film itu buru-buru ke rumah dengan mempercepat langkah tentunya, film yang diperankan Nicholas Syahputra itu adalah film yang paling sering Saya tonton sampai sekarang.
Aku tak begitu ingat kapan pertama kali menyukai sebuah film, yang Aku ingat adalah kenapa bisa anak umur 5 tahun sudah ada di gedung bioskop menyaksikan kisah problema orang-orang berkulit putih, bermata sipit, dengan bahasa aneh cang cing cong, syang hai tong, blah.... dan yang membuatku agak bingung adalah benarkah bocah lugu itu adalah Aku? Setelah ku konfirmasi sama orangtua, ternyata dulu ibu ku cukup sering membawa Aku menyaksikan film-film drama china ataupun jepang di layar lebar. Mungkin... meskipun secara tak langsung dimana Aku dulu hanya bisa duduk di temaram studio, menyaksikan gambar-gambar bergerak dengan dialog gak jelas, bisa menangkap keindahan-keindahan film yang membuat Aku betah duduk tenang di bangku cinema, dan mungkin itulah awalnya Aku menjadi begitu candu dan bernafsunya menyaksikan film. Namun disisi lain logika nyelenehku angkat bicara, jangan-jangan sejak Aku menjanin di kandungan ibu, rol-rol seluloid itulah yang melilit dipusaran ku, hehehe..
Dengan menonton kita bisa menangkap pemikiran orang-orang yang berbeda dari kita, dengan film kita bisa membuka wacana dunia, dan dengan bioskop kita bisa menghibur diri ditambah dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Kamu akan tahu bahwa kesalahan komunikasi bisa membawa masalah beruntun kemana-mana dengan menyaksikan film Babel, kamu akan melihat kesadisan (namun membuat tersenyum) yahudi menghajar nazi dalam film Inglourious Basterds, kalian juga bisa menyimak paparan perempuan dengan problem poligami dalam film antalogi Berbagi Suami, atau film Chicago yang bukan hanya menyajikan cerita tapi juga menghibur kita dengan nyanyian-nyanyian dan koreo ala opera broadway, tentunya masih banyak lagi ratusan hingga ribuan film-film berkualitas yang sangat layak ditonton.
Aku mulai rajin ke bioskop ketika duduk di bangku es em a, itupun sasaran nonton ditargetkan selalu dan harus hari senin alias nomat alias nyari aman alias cuma bayar sepuluh ribu rupiah dan ga pake jajanan! Tunggu dulu... jangan kira Aku ga bawa jajanan atau bekal makanan seperti orang-orang membawa kantongan plastik penuh yang terkadang membuat Aku numpang nanya dalam hati, ini orang mau nonton apa kemping sih? Lantaran pelit atau ga ada uang. Okeyy... kuakui dulu Aku sering membawa uang pas-pasan ke bioskop, tapi alasan utama ku untuk tidak ngunyah-ngunyah di ruang yang menampilkan adegan-adegan tak terduga adalah karena sangat mengganggu mood menonton, Aku dan teman-teman sering ke bioskop dengan membawa bekal yg sangat berlebihan namun tak satupun bungkusan-bungkusan itu menarik selera ku, jadi itu sudah harga mati bagi ku, jangankan di bioskop, di rumah pun kalau nonton dvd Saya ANTI MAKAN KETIKA MENONTON FILM!
Line story yang Saya suka dalam film adalah drama, triller, dan fiksi fantasi. Hampir semua genre itu mendominasi koleksi dvd ku walaupun ada juga sedikit komedi, horor, dan aksi (kalo memang bagus kenapa ga dimiliki?), tapi nih yaaa... jujur saja semua koleksi dvd ku ga semua yang original, maksudnya banyak juga copy-an dari original nya (bakalan dihajar sama anak-anak forum neh), maklum... keinginan nonton ku terkadang melampaui isi dompet, dan untuk memperkecil resiko ”bokek” ada dua option, download film gratis atau beli copyannya, ga baik sih... dan jangan ikuti cara seperti Aku ini yah, kawan... Suatu saat nanti akan kuganti semuanya dengan yang original.
Satu lagi aib bagi ku dan itu dulu (ingat ya.. itu DULU ketika masih culun di zaman SMA), adalah butanya dengan perfilman internasional, Aku dulu adalah penikmat film indonesia dan berlagak seperti pemerhati film indonesia mengingat sedang jaya nya film nasional pada saat itu, tidak seperti sekarang bioskop kebanyakan di isi oleh penghuni kuburan dan pakaian-pakaian dalam yang sok ngelucu. Alhasil tak satupun film hollywood yang menjadi incaran ku, namun makin hari, seperti biasanya kita selalu diajarkan oleh keadaan dan waktu, makin membuat Aku mencintai film-film berkualitas buatan negara mana pun itu.
Well... bagaimanapun sejarah ku begitu mencintai film, pengalaman lucu ataupun buruk yang dapat kalian tertawai, dan bejatnya Aku karena belom siap membeli ratusan dvd original, film lah yang membuat hari ku berwarna, film yang mengubah pandanganku akan sesuatu hal. Dengan film kita bisa tertawa, menangis, semangat, merenungi, mendapat inspirasi, dan film selalu membuka peluang untuk kita belajar cerdas.
Satu hal yang menjadi obsesi ku adalah bisa terlibat dalam pembuatan film, andaikata jadi tim ”hore”, tukang antar minuman, atau elap keringat sutradaranya juga Aku jabanin sebagai tantangan dan memenuhi ambisiku untuk dunia perfilman, bukannya apa-apa, tapi menghasilkan sesuatu yang kita terlibat didalamnya apalagi FILM, hal yang sangat Aku cintai, ada kepuasan tersendiri yang tak dapat digantikan dengan apapun. Tapi sepertinya untuk saat ini rezeki ku masih sebagai penonton bioskop doang, ya... itu juga bagian dari suksesnya sebuah film loh... hehehehe.
Mudah-mudahan saja terlaksana.
Helo guys… asli neh blog ternyata ngangenin juga, setelah enam bulan ga ku jamah akhirnya baru ingat hari ini kalo aku punya blog, hehehe… Bagaimana dengan kalian, pasi lancar-lancar aja dong nulis blognya, semoga. Terakhir kali aku posting kapan ya? Owh iya! Bulan November 2009, postingan tentang awards film indonesia yang beberapa minggu setelahnya digelar Festival Film Indonesia, ah... FFI yang kunantikan ternyata menjenuhkan, kemasan acara ga beda jauh dengan musik-musik pagi televisi swasta. Mana film terbaiknya agak aneh lagi, mencengangkan. Beberapa minggu yang lalu juga ada ajang sejenis kalau ga salah Indonesian Movie Awards, beuuuhh... ini lagi, pengemasan acara super garing dan para pemenangnya lebih mencengangkan lagi. Makanya banyak yang menggunjing award-awardan ini karena standar penilaiannya ga jelas. Jadi mari kita buat award berdasarkan penilaian kita masing-masing, halaaah... provokatif. Dan sedikit kebelakangnya juga digelar Academy Awards 2010, and you know what? The result is very very nice. Sebagian besar jagoanku berhasil meraih oscar, ada Mo’ Nique, Christoph Waltz, Sandra Bullock, dan tentunya The Hurt Locker sebagai film terbaik dengan berbagai penghargaan tehnis lainnya. Untuk ini aku benar-benar puas!
Kembali ke blog... Aku agak heran neh... kenapa blog teman-teman kasusnya sama juga kayak aku ya? Semuanya pada krisis posting, ada apakah gerangan? Apakah kemalasan kita ngeblog datang bersamaan? Apa karena samanya kesibukan kita hingga melupakan blog? Atau jangan-jangan kita sedang mengalami erosi kreatifitas? Entahlah...
Tapi kalo buat aku sendiri, ga tahu disengaja atau tidak, belakangan memang belom sempat ngurus blog. Ga... ga! Jangan kalian kira aku punya kesibukan yang banyak selama enam bulan belakangan, tapi memang ga sempat. Disamping itu semua aku mau cerita neh ngapai aja yah aku kok bisa alerginya (halaah... lebih tepatnya ga mau nyentuh dolo) aku dengan blog selama setengah tahun.
Heummm... Selama enam bulan ini banyak cerita unik, Lucu, mengesankan, tapi ga sedikit juga yang memprihatinkan. Berbagai rencana harus ditunda (lagi) dengan berbagai pertimbangan dan situasi yang sedang tak bersahabat, hal ini sempat membuatku down dan malas ngapain-ngapain, apalagi ngeblog. Tapi come on, Jun... Masih banyak yang bisa lo lakuin, masih banyak jalan menuju tarutung, lah... kok Tarutung. Roma maksudnya. Tapi memang terkadang untuk mencapai sesuatu itu tak perlu terlalu dipaksakan, usaha tetap ada, tapi jangan berekspektasi terlalu tinggi, namun jangan hopeless juga. Selanjutnya seperti moto hidupku (yang baru), santai aja kayak di pantai, selow kayak di pulo.
Berikutnya, terlepas dari banyak masalah, aku ga mau dong terus larut dalam berbagai peristiwa yang ga diharapkan. Aku masih bisa enjoy dengan cara kusendiri tentunya, oh tidak, kami lebih tepatnya. Ya, kami itu adalah perpaduan aku dan mereka. Mereka-mereka inilah sahabatku kalo lagi nongkrong-nongkrong (walaupun kadang nongkrong geje). Kita kalo lagi nongkrong tuh (diluar nongkrong geje) ya apalagi kalo bukan nonton, makan, dan ngeramein gramedia. Ya emang kita pada doyan nonton, doyan makan, dan ke... ga, ga! Kalo ke Gramedia itu semacam pemaksaan aku, hunting buku lama bin aneh (kata orang sih) tapi ga pernah nemu (beneran neh bukan alibi kami untuk cuma baca-baca disana).





Eh... selain nongkrong-nongkrongannya aku tadi, seminggu ini issue beredarnya video mesum artis kita juga lagi banyak nongkrong di berbagai forum diskusi. Tahu kan siapa yang kumaksud. Ini manusia-manusia ga pake otak kali yee... Belom nikah, berani mesum, berani pula mendokumentasikannya dalam video, sekarang tau rasa akibatnya. Dan belom lagi kelar kasus itu, tiba-tiba beredar kembali video lain yang ga kalah mesumnya dengan pelaku pria yang sama di video yang pertama, bahkan disebut-sebuat bakal ada 30-an film mesum berdurasi pendek itu dengan pemeran wanita yang berbeda-beda akan dipublikasian. Pertanyaannya sekarang, siapakah sejatinya penyebar gambar bergerak itu? Ah... siapapun itu, kita sebagai generasi muda ga perlu mencontoh itu. Sekalipun lo ngefans abis sama lagu-lagu romantis ciptaan vokalis bermata sipit itu, sekalipun lo tergila-gilanya dengan aktris semampai itu, cukup liat prestasinya aja, jangan ngikutin kecerobohan mereka. Well... sebegitu buruknya pun sekarang citra mereka dimata publik, kita jangan menghakimi mereka, mereka udah dewasa, dan mereka tau mana yang terbaik buat mereka, dan mereka juga tau kalo ini pasti terjadi. Jadi ga usah ngasih judge kalo mereka itu penjahat moral, ya... walaupun untuk aku pribadi menjadi sebuah pertanyaan, apakah ini pertanda krisis moral?
Okey guys... coret-coretnya segini dulu. Dan aku janji padamu blog… kalo aku akan setia nulis-nulis disini lagi, jangan ngambek plis! Dan moga-moga, sesampah-sampahnya tulisanku ini dapat memberikan sesuatu pada kalian yang membacanya. Sebenarnya nih waktu nulis buat menggantikan waktuku menyaksikan Mtv Movie Awards, ya walaupun udah tau hasilnya (yang jelek geje juga), tapi emang pengen liat kemasan acara penghargaan film Hollywood ala anak muda itu. Tapi… setelah dipantengin lama, Stasiunnya bilang malah ditunda acaranya jadi ntar malam. Padahal udah... ahhh... ya sudahlah, mungkin ini sebuah rencana Tuhan untukku supaya waktu yang tadinya buat nongkrongin (yang ini ga geje pastinya) Mtv diganti buat ngurus blog ini.
Dan sekarang aku mau pura-pura tidur dulu, and you guys, keep reading, watching, and eating of course. See yaaaa….
Berikut ini adalah jajaran film indonesia yang beredar sejak Desember 2008 sampai dengan November 2009,yang menurut saya pantas di berikan awards karena kualitas dari segi cerita maupun tehnik. Banyak awards sejenis yang di anugerahi kepada insan perfilman indonesia seperti Indonesian Movie Awards, Mtv Indonesian Movie Awards, Festival Film Bandung, Fetival Film Bali, dan yang paling bergengsi adalah Festival Film Indonesia yang masih banyak mengundang kontroversi.
Saya sendiri sebagai pecinta film indonesia dan tak pernah mau melewatkan buat menikmati film-film dengan kualitas baik dari isi dan cara pembuatannya, punya penilaian dan persepsi sendiri buat menentukan deretan film-film yang unggul. Untuk itu saya pun menyusun film-film terbaik yang beredar seperti yang saya sebutkan di atas, sesuai dengan komposisinya masing-masing. Dengan gaya awards pada umumnya, saya pun memberikan lima nominasi di setiap kategorinya, dan yang bercetak tebal adalah yang terbaik diantara lima unggulan. Mau tahu film apa saja yang masuk nominasi? Siapa yang terbaik diantara lima unggulan? Film apa saja yang mendominasi kategori? Dan mau tahu penilaian versi saya yang peka terhadap perfilman indonesia (halaaah.... narsis, hahaha)? Inilah nominator untuk Anugrah Film Indonesia di sepanjang tahun ini (sekali lagi : ini menurut penilaian dan pengamatan saya, heheeee….).
1. Tata Artistik Terbaik
1. Budi Riyanto (under the tree)
2. Indra Tamorron (Ruma Maida)
3. Iqbal Marjono (serigala terakhir)
4. Oscart Firdaus (perempuan berkalung sorban)
5. Wencislaus (pintu terlarang)
2. Tata Gambar Terbaik
1. Faozan Rijal (perempuan berkalung sorban)
2. Ical Tanjung (ruma maida)
3. Ipung Rahmad Syaiful (pintu terlarang)
4. Rudi Kurwet (ketika cinta bertasbih)
5. Yadi Sughandi (under the tree)
3. Tata Suara Terbaik
1. Adityawan Susanto & Kahar (perempuan berkalung sorban)
2. Merah Putih Team (merah putih)
3. Merantau Team (merantau)
4. Khikmawan Santosa (3 doa 3 cinta)
5. Khikmawan Santosa (pintu terlarang)
4. Editing Terbaik
1. Andy Pulung (under the tree)
2. Cesa David Lukmansyah (get merried 2)
3. G.H Evans (merantau)
4. Sastha Sunu (3 doa 3 cinta)
5. Wawan I Wibowo (pintu terlarang)
5. Music Terbaik
1. Aghi Narotama (pintu terlarang)
2. Anto Hoed & Melly Goeslow (ketika cinta bertasbih 2)
3. Djaduk Ferianto (3 doa 3 cinta)
4. Tya Subyakto (perempuan berkalung sorban)
5. Khikmawan Santosa (ruma maida)
6. Cerita Terbaik
1. Jamilah Dan Sang Presiden
2. King
3. Merah Putih
4. Perempuan Berkalung Sorban
5. Ruma Maida
7. Skenario Terbaik
1. Ayu Utami (ruma maida)
2. Casandra Massardi (get merried 2)
3. Joko Anwar (pintu terlarang)
4. Nurman Hakim (3 doa 3 cinta)
5. Ratna Sarumpaet (jamilah dan sang presiden)
8. Aktor/Aktris Pendatang Baru Terbaik
1. Emir Mahira (garuda di dadaku)
2. Iko Uwais (merantau)
3. Oki Setiana Dewi (ketika cinta bertasbih 2)
4. Rangga Aditya (king)
5. Sisca Jesica (merantau)
9. Pasangan/Chemistry Terbaik
1. Atiq Cancer - Reza Rahadian (emak ingin naik haji)
2. Atiqah Hasiolan - Cristine Hakim (jamilah dan sang presiden)
3. Edo Borne - Sissy Pricilia (romeo juliet)
4. Fahri Albar - Marsha Timothy (pintu terlarang)
5. Iko Uwais - Yusuf Aulia (merantau)
10. Aktor Pendukung Terbaik
1. Frans Tumbuan (ruma maida)
2. Mamiek Prakoso (king)
3. Reza Rahadian (perempuan berkalung sorban)
4. Reza Pahlevi (serigala terakhir)
5. Yoga Pratama (3 doa 3 cinta)
11. Aktris Pendukung Terbaik
1. Francine Rosenda (perempuan berkalung sorban)
2. Ninik L Karim (ketika cinta bertasbih 2)
3. Rahmi Nurullina (ketika cinta bertasbih 2)
4. Sisca Jessica (merantau)
5. Widyawati (perempuan berkalung sorban)
12. Lifetime Achievement : Chaerul Umam
13. Sutradara Terbaik
1. Cherul Umam (ketika cinta bertasbih)
2. Garin Nugroho (under the tree)
3. Hanung Bramantyo (perempuan berkalung sorban)
4. Joko Anwar (pintu terlarang)
5. Upi (serigala terakhir)
14. Aktor Utama Terbaik
1. Fahri Albar (pintu terlarang)
2. Iko Uwais (merantau)
3. Nicholas Saputra (3 doa 3 cinta)
4. Rangga Aditya (king)
5. Vino G Bastian (serigala terakhir)
15. Aktris UtamaTerbaik
1. Atiqah Hasiolan (jamilah dan sang presiden)
2. Atiqah Hasiolan (ruma maida)
3. Marcella Zalianty (under the tree)
4. Marsha Timothy (pintu terlarang)
5. Revalina S Temat (perempuan berkalung sorban)
16. Film Terbaik
1. Jamilah Dan Sang Presiden (mvp pictures)
2. Merah Putih (media desa & margate house films)
3. Merantau (PT. merantau films)
4. Perempuan Berkalung Sorban (PT. kharisma starvision)
5. Under The Tree (set film & credopictures)
Itulah keseluruhan nominie dan terbaik diantara yang terbaik, bagaimana dengan anda..., apakah menurut anda nominie diatas pantas masuk atau anda punya penilaian sendiri??? Lantas, seperti apakah susunan nya menurut anda???
Kategori diatas secara umum hampir menyamai kategori yang ada di Festifal Film Indonesia, eitsss..... ingat!!! Akhir bulan ini FFI siap mengumumkan para nominator di FFI 2009 dan pertengahan Desember akan diadakan malam penganugerahan piala Citra, kita lihat saja apakah ada kesamaan penilain juri FFI dengan yang saya susun diatas.
MAJU TERUS PERFILMAN INDONESIA!!!!!!!

Siapa yang tak kenal game poker, terutama orang-orang yang berkecimpung di dunia cyber, pasti tak asing lagi dengan game yang satu ini. Para facebooker sepertinya sudah tak mau ketinggalan untuk ikut berjudi ria, judi??? ya! jangan malu untuk mengakui bahwa sebenarnya ini adalah judi, judi sekelas casino selayaknya yang dilegalkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Tapi masyarakat kita sekarang ikut-ikutan gaya negara paman sam itu walau hanya menggunakan media maya, padahal apa jadinya generasi bangsa ini jika sejak dini sudah dibiasakan dengan berjudi yang pada nantinya mungkin akan dikatakn sebagai keahlian, nanti akan aku beri contoh dibawah. Aku berani mengatakan ini judi bukan tanpa alasan, karena memang terlihat jelas sekali melibatkan rupiah(meski tak secara langsung) untuk ikut permainan ini. Tidak sedikit uang yang dihabiskan untuk bermain poker(mengingat negara kita bukanlah negara maju seperti yang dikatakan diatas), pada awalnya mungkin pemain poker tidak perlu mengocek uang karena chips(inilah modal utama untuk bermain poker) didapatkan saling share antar teman di facebook, namun hanya bisa digunakan untuk permainan kelas bawah (disebut juga meja kecil/taruhan kecil), jika ada meja kecil maka ada meja besar yang artinya dengan taruhan chips lebih besar, untuk bisa menembus meja ini tentunya pemain harus punya modal besar, nah, untuk cara yang paling umum agar bisa masuk ke meja besar adalah dengan cara membeli chips kepada pemain yang mempunyai chips lebih banyak.
Chips adalah objek taruhan yang di dalam poker berbentuk seperti koin-koin berharga dengan satuan dollar, cihps inilah yang di perjual-belikan antar pemain, dijual dengan angka minimal 1 million dollar. Harga nya tidak mutlak, itu tergantung kesepakatan bersama antara penjual dan pembeli dimana harga umumnya adalah Rp10.000 per $1.000.000 atau bisa lebih murah bahkan lebih mahal, semakin tinggi yang dibeli maka semakin murah pula harga yang ditawarkan si empunya chips. Misalkan membeli $100.000.000, harga yang diberi bisa Rp6.500 per $1.000.000, itu artinya uang Rp650.000 raib begitu saja hanya untuk ditukarkan pada chips buat dimainkan di meja poker. Lalu Bagaimana caranya agar mendapatkan chips yang banyak?
Tidak ada strategi khusus untuk itu, layaknya permainan judi lain, semuanya hanya ada pada faktor keberuntungan dan kenekadan, itu saja. Sederhananya begini "kumpulkan chips sebanyak-banyaknya, lalu jual dengan ketentuan harga yang anda inginkan"
Fenomena Poker Tak Mempengaruhi-ku
Sebelum seheboh sekarang, aku sudah tahu game facebook ini jauh sebelumnya, bahkan salah seorang teman di benua Amerika sana sempat gembar-gembor buat invite aku main di meja yang sama, tapi aku tolak karena sama sekali memang tidak tahu cara bermainnya, tapi itu alasan lama. Sekarang aku punya alasan lain, yaitu karena kemungkinan bisa tambah miskin dan juga bikin tambah bodoh, walaupun sampai sekarang masih ga menguasainya hahahaha. Kawan-kawanku semuanya keranjingan game poker, but not for me! yeah,,, kembali lagi pada idealisme yang tidak mau sekedar ikut-ikutan tanpa memikirkan dampak kedepannya. Bayangkan saja hanya demi memperoleh milyar2an chips ada yang sampai berhutang, menggadaikan barang-barang berharga, dan tidak menutupi kemungkinan nantinya mencuri. hal-hal seperti ini sangat disayangkan, kecil memang, mungkin tak lebih dadi sepuluh ribu rupiah untuk memperoleh satu juta dollar chips, tapi bagaimana dengan nilai 50,100, atau 200 dollar? ratusan ribu hingga jutaan rupiah menjadi sesuatu yang tak penting lagi buat dipermainkan. Mungkin banyak orang berkata "this is just a game" atau "this is just an entertainment" sebagai pembenaran atas kecanduannya dengan poker, namun bisa dilihat orang yang seperti apa yang candu dengan poker itu?
Aku setuju aja dikatakan itu hanya hiburan, tapi apa masih bisa dikatakan just entertainment jika poker dijadikan tempat berlabuh aktivitas terlebih-lebih dijadikan subyek penghasilan. Bagi sebagian orang yang tak terlalu pokermaniak, pasti cukup satu atau dua jam konsentrasi di meja panas itu, tidak harus berjam2 dengan keliling2 ke warnet buat membeli chips sebelumnya, nah... ini yang jadi persoalan ketika mencari2 dari tempat ke tempat lain hanya buat memperoleh jutaan chips. Sebagai contohnya adalah adik temanku, seperti hilang akal ketika dia tak menemui sang juragan chips, dia keliling-keliling buat mencari siapa yang punya chips untuk dia beli kemudian di eksekusi di meja poker, amat disayangkan terlebih lagi dia seorang perempuan.
Bukannya aku sok suci atau sok bermoral, tapi sangat disayangkan jika kita membenarkan apalagi saling mendukung untuk menggunakan aplikasi game poker tersebut, dimana seharusnya kita sebagai orang dewasa atau para orangtua bisa memberi nilai positif dalam menggunakan internet, bukan hanya sibuk memonopoli rupiah di atas meja judi poker, tapi kembali lagi pada pilihan masing2 tiap individu, kita mau bilang apa. Bayangkan saja, dari hampir 10 juta pengguna facebook di indonesia, 75% user menggunakan aplikasi game texas holdem poker yang sebagian besar penggunanya adalah remaja, itu artinya kurang lebih 7.500.000 anak-anak muda indonesia banyak menghabiskan waktunya di meja judi poker, miris sekali mendengar hasilnya mengingat kita sebagai generasi penerus bangsa apakah akan menjadi ahli perjudian, mungkin agak berlebihan cara aku menjabarkannya, tapi itu kenyataan yang ada disekitar kita disadari atau tidak. Mahasiswa, pelajar, bahkan seoarang ayah sibuk berkecimpung di bisnis chip poker yang tidak berwujud (bahkan sekarang sudah ada penjualan chips secara online), yang mereka lakukan adalah membeli, memainkan dengan berharap menang sebanyak-banyaknya, lalu jual kembali, lalu si pembeli mempertaruhkannya, kemudian mejualnya lagi jika menang, dan begitulah seterusnya berjalan proses permainan kartu dengan lambang-lambang king, queen, as, dsb ini.
Untuk itu jangan coba2 untuk mengajak aku buat joint di meja penghancur mental itu. Masih banyak media penyedia hiburan, pun jika hanya itu yang dicari, kalau buat iseng-iseng nyari penghasilan di cyber mending ngeblog, ngedigg, atau apalah yang banyak disediakan jika kita ikut ambil bagian di situs subvert and profit, halaaah...
malah mending gabung di forum atau yang lebih ringan gabung di chat room buat diskusi banyak hal, itu jauh lebih baik buat membuka lebar2 wacana pengetahuan.
Satu hal yang perlu diingat adalah jangan sampai kita membiarkan bibit-bibit bangsa terbiasa dengan aktivitas perjudian, jika ya mau jadi apa bangsa ini kelak. Untuk itu mari bersama-sama kita sebagai pengguna internet yang positif jangan pernah accept aplikasi texas holdem poker, itupun kalau kamu tidak ingin kaya dari perjudian, hehehe.....
Oiii…….genk!!!! upss, yg laen jangan ge-er yah, yang aku sebut genk disini Cuma ditujukan buat manusia2 nusa6, iblis2 nusa6, ibu2 nusa6, a-be-ge2 nusa6, playboy2 nusa6, siluman2 nusa6 yang berkedok ahli agama, pemuda-pemudi nusa6 yang hatinya lembut selembut hati mamah, TKI2 nusa6 yang kesepian akan nuansa Indonesia, atau siapa dan apa saja lah sebutannya yang pasti dia adalah chater nusa6, titik. Gene genk….. (sambil menggesek2 telapak tangan dan berusaha bermimik serius, idih maksa banget…, halaaah), aku sih masih baru dan sangat baru bahkan baru sekali malah sakin baru nya neh label merk nya masih nempel di punggung. Aduh kok kebanyakan basa basi gene seh, ntar basi beneran ya.Yaah…. Bukan nya geto, tapi kan……(cukuuuuuup!!! Langsung ke intinya ajah deh, basi loe). Okey…. (dalam hati kesel sendiri, kenapa aku yang nulis, aku sendiri yang merepet yah, huahahaha)
.
Be Te We, nusa6 tahu ga???? Pasti tahu donk, itu lho… chat room yang difasilitasi yahoo yang sekarang jadi MPR-nya dunia cyber, dan disini tempat berkumpulnya orang2 dari belahan dunia, ya…. Basicly sih mereka orang2 indonesia yang menetap di berbagai Negara. Tempo hari…. Pas ngeroom suasana lagi panas dan menjengkelkan
(tiap hari kok gitu), dan tiba2 ajah aku kepikiran “bagus juga neh keadaan nusa6 dibuat karya fiksi”, di inget yah kata tiba2 nya, nah…. jadi ide buat mengkaryafiksikan realitas nusa6 itu datang secara mendadak seperti mendapat ilham gituuu…
(lebay mode : on).
So….. mau dibuat dalam bentuk apa??? Nah itu dia, karya fiksi kan biasanya berbentuk film. Tapi gak ah….. bikin film kan modal nya gede, lagian aku belom nemui aktor ataupun aktris yang cocok buat meranin karakter2 yang ada di nusa6, sekalipun itu dian sastro atau vino G. bastian mereka ga akan sanggup deh meranin watak chater2 unik itu.
Lalu apa? Sinetron???? Sinetron juga susah, apalagi sekarang kan trend nya sinetron striping, yaitu sinetron yang tayang tiap hari, saingan banyak benerrrrr, kayak Cinta fitri (kesukaan si billy dan amal), Jiran(kesukaan kak lapin), atau manohara(ga tahu kesukaan siapa, atau emang ga ada yg suka kali ya), nah… kebayang ga tuh semua saingan, jadi males deh buat versi sinetron. Kita buat yang gampang ajah deh (kita????? Gw ajah kale….) aku seh kepikiran nya buat cerpen aja, gampang dan simpel, eitsss….. ga gampang juga buat mencerpenkan kisah nusa6, tahu donk konsep cerpen??? Ga mungkin bisa deh menceritakan kenyataan nusa6 dalam tulisan pendek, yang ada itu nanti malah CERBIS alias CERita yang ga abis aBIS, nusa6 geto luooch…..
Novel!!!!!! Ya…….! Konsep Novel adalah karya fiksi yang paling relevan dan efisien kayaknya. Walaupun ga yakin juga apakah novel itu sanggup menampung semua kisah2 manis, pahit, asem, hambar, pedes, gurih, dan kecut yang ada di room exotis ini.
Tapi setidaknya nanti dalam novel yang akan kubuat ini bisa merangkum secara garis besar kehidupan di chatroom diskusi ini. Bagaimana sinopsis novel ini??? rahasia donk, kecuali udah selesai baru deh di publish, soalnya gini genk….. novel ini aku buat berdasarkan pengamatan ku sehari-hari di room, mau apa yang diceritakan pun aku sendiri masih belom tahu karena memang menunggu berjalan nya cerita di room, Cuma nanti ada sedikit bumbu2 dramatisir buat kepentingan cerita, jadi jangan ada yang sakit hati atau tersinggung atau terpojokan dengan cerita yang kubuat yah…. Karena pada hakikatnya dalam karya fiksi selalu ada tokoh jahat dan baik. Mungkin konflik2 yang aku tampilkan di novel ini nantinya agak berlebihan namun mendasar pada realitas di room.
Ini sebenarnya tantangan buatku, dari dulu mungkin udah ada 7 konsep novel yang kubuat, namun semuanya berenti di tengah jalan, karena memang rada susah buat cerita fiksi kedalam beratus-ratus lembar kertas, malah dulu belom ada komputer lagi….. capek menjepit pena dengan 3 jari, ckckckck……. Maka dari itu kini kucoba lagi buat nulis dalam format novel yang kuambil tema ceritanya dari tempat tongkorngan ku yaitu di chat room nusantara 6, lagipula untuk itung-itung mengasah tulisan ku di dunia fiksi, hehehe………
So??? Siapa ajah yah tokoh2 yang ditampilkan di karangan manusia sok tahu ini (yah…. Aku adalah manusia yang selalu berusaha untuk tahu dengan cara berkumpul dengan orang2 yang serba tahu, walau akhirnya aku jadi sok tahu…. Huahahah)
Yah… semua chater ku usahakan masuk di cerita ini. Dari yang suka bikin keributan, yang suka nyanyi2, yang suka debat, yang jarang ngetik, atau siapa sajalah, dan disini aku usahakan juga buat semua karakter hidup di tiap part nya. Tapi….. bagaimana dengan id yang ga dikenal??? Itu soal gampang….. ntar aku coba tanya2 deh sama chater lama buat cari tahu bagaimana watak dan karakter dia di room, heheheee……
Bagaimana dengan kalian???? Setuju dan memperbolehkan aku ga buat membuka tabir kenyataan yang di adaptasi dari kehidupan sehari2 nusa6 itu???
Sekali lagi aku tegaskan ini hanya karya fiksi yang diambil dari nusa6 yang “mungkin” ga ada hubungan nya dengan dunia real mereka, itu sih masih mungkin yah….. karena bisa jadi memang kehidupan real mereka sama persis seperti adanya di room.
Okey genk…. Udah cukup jelas dunk atas semua ide ku ini. Semoga nantinya jika novel ini selesai bisa menjadi bacaan yang menghibur dan ada manfaat yang dapat dipetik dari yang kutulis itu. Tapi…. Emangnya ada yah yang bermanfaat dari nusa6 itu???? Wakakakak…..

Hari ini adalah hari yang paling menyedihkan untuk dua orang laki-laki ini, Gelas dan Jemi.
Gelas tiba-tiba di PHK dari perusahaan tempat ia bekerja, tanggal 2 oktober menjadi angka yang paling menyedihkan bagi Gelas, pasalnya hari ini tepat seharusnya dia menerima gaji ia malah mendapati kenyataan dirinya harus berhenti sebagai karyawan rendahan di perusahan periklanan tersebut lantaran bangkrut. Dari raut wajahnya yang kelihatan lusuh karena (mungkin) lelah mengemudikan sepeda motor bututnya, dia bergumam dalam hati "Akh..... bagaimana reaksi Zoya setelah ku beritahu mengenai PHK ini yah....??? Anjiing!!! kenapa penderitaan ku sedari dulu tak ada habisnya"
Kelihatan betul Gelas sangat cemas menghadapi istrinya nanti. Pria berumur 36 tahun ini selalu diremehkan istrinya yang ketus bernama Zoya.
Lalu apa yang di alami jemi??? Jemi yang bernama lengkap Gemilang Lakmo Santoso adalah pria berumur 13 tahun yang masih kelas satu di sebuah SMP swasta. Jemi terkenal rajin dan cerdas di kelasnya, tapi yang namanya ketidakberuntungan tetap ketidakberuntungan. Jemi yang lahir dari rahim seorang pelacur jalanan harus terus merasakan siksaan demi siksaan dari kedua orangtuanya. Ayah Jemi yang bernama Lakmo adalah germo dari ibunya yang bernama Canting. Lakmo rela menikahi Canting yang tengah hamil dari seorang hidung belang yang tak tahu kini dimana rimbanya. Jemi mengetahui dirinya bukan anak kandung Lakmo pada usia sepuluh tahun, ketika itu Jemi baru pulang sekolah dan mendapatkan orangtuanya berkelahi. Jemi ingat betul dialog perkelahian orangtuanya itu.
"Dasar lonte....!!! seharusnya kamu bersyukur aku mau nikahi kamu, kalau nggak siapa yang bakal jadi bapak dari anak haram mu itu heeeh"
Assalamualaikum.......!!!
Walaikumsalam! jawab Zoya cuek yang sedang nonton infotainment kesayangannya. Zoya bukannya memperlakukan Gelas dengan mesra saat pulang dari kantornya.
Kenapa lusuh gitu? tanya Zoya
Keliahatan ya aku lusuhnya? gelas memastikan dengan lemas
Hummmm...... dasar suami kosong!!!!!
Maksud kamu apa Zo??? Gelas bingung
Halaaah...... jangan belagak bodoh Gelas....!!!
Sudah delapan tahun kita menikah apa yang bisa kamu berikan kepadaku haah!
Kehidupan yang masih pas-pasan, rumah juga ngontrak, kamu itu ga pernah memuaskan aku secara lahir dan batin! Kerjaan.......!!!! Zoya menekan suaranya
Cuma karyawan rendahan, memalukan!
Dan kamu tahu yang lebih memalukan??? delapan tahun kita berumahtangga Tak sekalipun aku bisa punya anak dari kamu, bahkan tanda kehamilan pun tak pernah aku rasakan.
Benar-benar kosong kamu sebagai lelaki, dasar mandul!!!
Ceeesssss......... ketika pada kalimat itu sontak Gelas ingin rubuh dari tegaknya, dia semakin rapuh, smakin minder, semakin terpukul, semakin tak percaya dengan yang namanya manusia. Dia lemah dan tak bernafsu hidup, ingin dia menangis tapi dia malu dengan sosok di depannya yang seharusnya menjadi penentram jiwanya. Ia gamang dengan situasi yang sangat menyiksanya sekarang.
Gelas tak tahan dengan semua makian istrinya, kakinya melangkah ingin ke kamar mandi dan menangis sepuas-puasnya. Tapi ketika masih selangkah beranjak, tiba-tiba Zoya membentaknya.
Kali ini di kelas Jemi ada ujian tiga bulanan dan seperti biasanya anak cerdas nan gemilang ini selalu menyelesaikan soal paling dahulu dari murid lainnya. Setelah ia duduk kembali, secara mendadak seorang guru yang selalu membawa buku panjang bercorak batik datang dan memanggil Jemi.
Ya bu....., Jemi menjawab dan menghampiri guru setengah cantik itu
Kamu tahu....., kamu itu menunggak uang sekolah selama tiga bulan! sinis sang guru
Tapi bu, orangtua saya belum punya uang, saya janji bulan ini akan saya lunasi semuanya bu! karena orangtua saya bilang bulan ini mereka ada rezeki.
Si guru menyambung, Apa kamu bilang??? rezeki??? rezeki apa? rezeki lendir???
Jemi kaget sekali mendengar istilah gurunya itu, belum lagi seluruh teman nya bersorak menertawakan Jemi.
Ternyata satu sekolah tahu mengenai profesi orangtua Jemi.
Jemi disuruh pulang dan dilarang kembali jika belum melunasi seluruh tunggakan itu. Aturan yang aneh memang, Anak secerdas Jemi harus kehilangan jam sekolah lantaran belum melunasi administrasi.
ketika jemi sampai dirumah dia langsung menuju kamar ibunya untuk melaporkan masalah tunggakan. Tapi betapa terkejutnya Jemi saat melihat pemandangan dikamar orangtuanya itu. Jemi melihat situasi persis ketika ia berumur sepuluh tahun saat ia mendengar tak sengaja bahwa ia bukan anak kandung Lakmo. Waktu itu setelah Lakmo puas mencaci maki Canting ia malah menjambak Canting, menciumi bibirnya, dan melepaskan semua benang yang membalut tubuh Canting. Kemudian Canting dilempar ke ranjang, Lakmo pun melucuti celananya, dan ketika melihat adegan tak senonoh itu, ketika Jemi melihat ibunya dengan posisi telentang, dia tak sanggup melihat apa yang dilihatnya, dan......... jeeeeeep!!! Jemi menutup matanya. Dan kini ketika Jemi membuka matanya alangkah terkejutnya ia melihat laki-laki yang menyetubuhi ibunya itu bukan Lakmo, bapaknya. Ya! Jemi kenal pria itu, seorang juragan susu yang tinggal di depan gang. Lalu kemana bapaknya??? Jemi menoleh kesamping dan ia mendapati bapaknya, Lakmo sedang asik senyum-senyum menonton acara ria jenaka di tivi hitam putih nya. Lalu Lakmo melihat Jemi dan menghampirinya, "apa yang kamu lakukan haah....., kamu ngintip?? iyakan???"
Kemudian Lakmo menyeret Jemi ke dapur. Disini Jemi disiksa habis-habisan, punggungnya dipukul dengan gagang sapu ijuk yang tebal, kepalanya di bentur-benturkan di meja makan, pipinya berkali-kali ditampar, benda-benda dapur yang kebanyakan dari kaleng terus melayang ke tubuh Jemi, piring kaleng berkarat mendarat melukai jidatnya yang dipenuhi sel-sel kecerdasan, dan batu ulekan menghantam perutnya.
"dasar anak haram! apa yang kamu intip haah... kamu penasaran dengan apa yang diperbuat ibu kamu?? ibu kamu itu lonte, kalau dia tidak begitu kita semua ga bisa makan. Kamu juga gak bisa sekolah, ngerti kamu!"
Sengsara betul nasib anak jenius ini.......
Lalu bagaimana dengan Gelas yang hendak ke kamar mandi namun dibentak istrinya???
Mau kemana kamu Gelas?
Mau menghindar dari masalh ini ya???
Bukan nya ada yang ingin kamu sampaikan sama aku?
Gelas terhenti dari langkahnya dan bingung mengapa Zoya tahu ada yang ingin disampaikan nya mengenai PHK tadi.
Kamu mau bilang bahwa kamu di PHK kan?
Kamu tahu darimana Zoya?
Gelas...... Gelas....., Zoya mulai mencibir
Kamu itu memang ga ada lebihnya ya?? serba kekurangan. Udah mandul, lemah, sekarang di PHK
Kali ini Gelas benar-benar meneteskan air matanya, dan dengan ketidaktahanannya terhadap Zoya dia pun berkata dengan pelan serambi menarik nafas, "lalu apa yang harus kulakukan zoya?"
Zoya menjawab dengan nada tinggi, 'aku cuma minta satu, kita pisah"
Itu kata terakhir Zoya, setelah itu dia pergi tanpa membawa apapun kecuali pakaian yang dikenakannya.
Sementara gelas, sepeninggal istrinya dia hanya bisa terseduh, jiwanya susut seperti gabus disiram bensin.
Sampai juga dia ke kamar mandi, dia menangis sejadi-jadinya, hinga akhirnya dibenamkan kepalanya kedalam bak mandi yang lebar.
satu menit.
dia masih membenamkan kepalanya kedalam air tanpa gerak sedikitpun
dua menit
kapalanya belum juga beranjak dari dalam air, apakah ia sudah mati?
hampir tiga menit
dia pasti sudah mati, tapi tiba-tiba.... Air bergoncang dan kepalanya keluar dari bak itu.
Gelas menjerit sejadi-jadinya, ia tak kuasa dengan apa yang ia alami kini.
"Tuhan apa salahku??? mengapa dari dulu tiada keadilan dalam hidupku, sebenarnya dari dulu aku tak sanggup dengan kehidupanku ini, namun ada saja alasan buat aku bertahan. mungkin sewaktu di rahim ibuku dulu kau bertanya padaku dan menghadapkan pilihan padaku lahir ke dunia atau tidak? dan aku memilih lahir.
tetapi ketika aku sudah lahir masih banyak pilihan lain yang harus ku pilih. Tuhan.... apakah sekarang aku berada pada pilihan yang salah? dari dulu aku sudah memutuskan bahwa aku ingin mati meninggalkan dunia yang kotor ini, tapi aku coba berfikir dan menjalani ini dengan positif. Aku menikah, aku bekerja, dan aku memperbaiki hormon-hormon ku yang rusak, tapi apa jadinya....??? aku di PHK, istri ku meninggalkanku, dan kemandulanku tak tersembuhkan. Aku goyah tuhan, aku capek, aku sudah menganggap diriku ini sudah mati sejak aku kecil, aku hanya pura-pura selama ini. Aku lemah tapi pura-pura tegar, aku rugi tapi pura-pura beruntung, aku kosong tapi pura-pura berisi, lelah aku dengan kepura-puraan ini. Ingin aku jujur tapi keadaan selalu menentangku"
gelas benar-benar kosong kali ini, bayang-bayang masa lalu selalu menghantuinya. Sejak dulu dia sudah merasakan ketidakadilan dalam hidup ini, Hingga ia pun melakukan hal-hal diluar kenyataan hidupnya. Dia dimusuhi tetangganya, dimusuhi teman nya, dia sering juga dimusuhi orangtuanya, dan lebih parah dia bermusuhan dengan dirinya sendiri. semua itu tak lain karena siksaan batin dan ketidakadilan yang membentuk karakternya.
Gelas keluar dari kamar mandi dengan lelehan airmata di wajahnya. Lalu gelas menuju gudang sempit disamping kamar mandi. Dia mengais-ngais benda ala gudang itu dengan tergopoh-gopoh penuh keringat, sepertinya yang ia cari saat ini begitu penting. Tujuh menit kemudian dia tersenyum lebar namun tetap menjatuhkan airmata, alangkah girangnya ia menemukan benda itu hingga akhirnya dia berlari masuk ke kamarnya.
Tali tambang! yang dicari Gelas adalah tali tambang yang kini ada di genggamannya. Ditutupnya pintu rapat-rapat, dikamar ini, dirumah kontrakan ini aku akan menyelesaikan kepura-puraanku dan aku akan berada pada titik yang sebenarnya di diri ini, yaitu MATI. Diikatnya tali itu pada lampu hias gantung di atap kamarnya, lalu ujung tali itu dia lilitkan dilehernya dengan posisi menaiki kursi ukuran sedang.
"Selamat tinggal kehidupan, aku akan menuju kesejatianku"
gelas melompat dari kursi dan..... wuuush...... suara angin mendesah masuk menyelinap kedalam kamar ini, kamar dengan sosok laki-laki menggantung dibawah lampu, lidah menjulur, mata membelak dengan tetesan air mata. Ya! dialah Gelas yang tewas gantung diri mengakhiri hidupnya yang pahit dan penuh kepura-puraan. Ironi memang...............
Dan bagaimana kehidupan Jemi???
Sejak kejadian itu saat Jemi selalu menjadi bahan siksaan lahir dan batin oleh orangtuanya, Jemi memutuskan kabur dari rumahnya yang kumuh. Dia tak peduli dengan orangtuanya, tak peduli dengan sekolahnya, dan tak peduli dengan otak gemilangnya.
Dia berlari membawa luka di hatinya dan meninggalkan rumah yang penuh dosa itu, jemi bergumam dalam hati "aku tak tahu apakah aku bisa menghilangkan penderitaanku diluar sana"
Ahhh..... anak sekecil itu. Seketika Jemi linglung seperti orang gila, dia seperti kehilangan akal, otak cerdasnya tak lagi peka, mungkin karena benturan di kepalanya tadi siang atau sebelum-sebelumnya. Malam pun datang, Jemi mengemis dan mengamen dijalan hanya bermodalkan tutup beer, receh demi receh yang ia dapatkan ditukar dengan sebungkus nasi dan mungkin seperti inilah yang akan dia jalani dari hari ke hari.
"hahaha..... akhirnya aku bisa juga menghasilkan uang. Tanpa mereka, orangtua yang gila itu, aku juga bisa mandiri"
kesombongan menguasai pikiran Jemi yang labil, ia ingin mengubah hidupnya, ia ingin keluar dari penjara hidup yang sesak selama ini. Jemi menikmati hari pertama nya hidup dijalanan, bocah yang sedang dilanda gejolak pubertas ini kaget ketika ada yang memanggilnya dan memintanya bernyanyi. Yang memanggil adalah seorang gadis manis berseragam SMP yang sedang dibonceng ayahnya, dengan manis pula Jemi membawakan lagu buat si gadis yang seumuran dengan nya itu. Pandangan Jemi mencuri ke papan nama di dada remaja cantik itu. Siswi SMP itu sungguh girang mendengar lantunan dendang dari mulut Jemi. Setelah selesai menyuguhkan lagu ala terminal itu sang ayah gadis memberi selembar uang lima ribu rupiah, dan mereka berlalu namun si gadis masih menoleh ke wajah Jemi.
Senyum sumringah menutupi derita Jemi selama ini, dengan uang lima ribu rupiah dia merasa kaya.
"lumayan bisa beli baju baru" bisiknya dalam hati, namun bukan uang itu yang membuat nya senang bergelora, tetapi si gadis tadi, senyumannya membuat nya kembali bergairah untuk hidup, dia buang jauh-jauh deritanya selama ini. Dia ingin memulai hidup baru, dengan pura-pura bahagia dia pun merubah segalanya. Dia ingin kembali sekolah, namun ia tak ingin dipanggil Jemi dan ia berfikir sejenak untuk nama panggilan baru dari nama lengkapnya GEmilang LAkmo Santoso. Mulai saat inilah dia melupakan masa lalunya dan berusaha untuk mendapat kebahagiaan yang kekal.
Matanya melihat penanggalan lusuh di dinding sebuah warung makan, 2 oktober! inilah hari pertama ia merasa bahagia, bisa jadi karena cinta monyet pertama nya dengan gadis di motor tadi, ia masih ingat namanya yaitu Zoraya. Mungkinkah cinta bocah ini menjadi kenyataan?
Mungkin tidak! tapi mungkin saja Ya! walaupun nantinya akan berujung maut.
cukup!
ku sulam kau didalam hatiku
ku ikatkan kau di tiang jiwaku
ku kibarkan kau di gelora juangku
selembar kain berwarna dua........
ya!
hanya dua!!
kucampur darahku dengan merahmu
ku balut tulangku pada putihmu
dan semangat ragaku seiring kibasmu
tak perlu tangan ini menyentuh kening
hanya untuk menghormati mu
jika cemo'oh tak mau beranjak dari hati
tapi aku tidak!
aku adalah kainmu....
yang bersih dan perwira
aku adalah tiangmu....
yang menopang saat kau lunglai
selembar kain berwarna dua.......
kaulah identitasku
kaulah integritasku
kaulah akreditasku
kaulah derajatku
kaulah motivatorku
kamu selalu datang
menghiburku
saat aku resah
kamu datang dengan
senyummu yang khas
saat aku dalam kesulitan
kamu slalu siap membantuku
tapi...,
mengapa sekarang
saat aku sangat membutuhkanmu
saat aku sangat rindu padamu
kamu malah pergi
kamu malah menghindar
dan akhirnya menjauhiku.
penulis tamu: kk alina
matahari membakar tubuhku yang semu
pasir pasir menjilat muka
tanpa oasis yang ku temu
meski di luar ku lihat langit memerah
senja ini terasa membakar kalbu
tadi siang aku bagai di antartika
dinginnya menusuk sampai tulang rusuk ku
bongkahan es menghimpit dada
hanya bisa mencakar-cakar serutan salju
meski diluar sana ada surya
aku begitu kaku
nanti malam aku terdampar di segitiga bermuda
terjerembab pada ketidakpastian ku
tak bisa ku bedakan alam nyata dan maya
tempat ini paling keramat di seluruh penjuru
meski diluar berdetak tawa bocah
kesenyapan ini mengantarku pada bisu
besok pagi..........
kemanakah aku akan berada???
dalam ruang-ruang tertentu
aku di ancam oleh banyak tanda tanya
rasa-rasa waktu mendendam padaku
sepertinya terlantar dalam semak duka
senja....... kembalikan duniaku!!!
Baca Selengkapnya...
inilah para nominator di masing-masing kategori nusantara 6 awards 2009(wakakakakak macam betul aja baahh.......)
dan pilih yang terkeren :)
1. Booter gokil terkeren
- billy_patikawa
- dosa
- pw
- vexa
- ziptta
- boy_parlungun
- jack_daniel
- pengkolan_sono
- radiokresek
- ziptta
- jack_daniel
- joenioor
- katak_jelita/fe
- radiokresek
- yohana_meliala
- langitbiru
- leo
- kecap
- khomaini_ghuevara/pki65
- paggay
5. religon gokil terkeren
- bill_inzky
- boli/credo
- mila_serawak
- rezaaltamir_akbar
- sonjeykhan
- anton_rnt
- billy_patikawa
- drunkard
- interflug
- ziptta
- lattuperissa
- nagabonar
- nia
- pinky/talikutangmelorot
- surfjava
- erwin_try
- fauzet_dake
- nagabonar
- leo
- rickrivai
- ainaqalbina
- bebek_kwek_kwek
- princess_lapin/the.gila
- rum4rum
- ummifaiq
- bongjaptin
- erwin_try
- jika_aku_iblis_kau_siapa/romantis_otomatis
- khomaini_ghuevara/pki65
- sonjeykhan
- kadal-yohana
- khomaini-ningsih
- kz-naya
- pengkolan-jojo
- sonjeykhan-nia
- inezmalroca
- katak_jelita/fie
- kimie
- pinky_dev_corporation
- youri/lili
- kardus_bekas
- pengkolan_sono
- pw
- welly_ku/naats_ridare
- ziptta
- bebek_kwek_kwek
- inezmalroca
- jojo_kravitz
- ningsih_euis_swezhangzer
- princes_lapin
- ainaqalbina
- opung/gendruwo_gendruwo
- leo
- princess_lapin
- ziptta
owh ya!!???? yg ga masuk nominasi pasti marah, sedangkan yg masuk nominasi aja marah2 neh.
wuahahahahaahahaha............
Baca Selengkapnya...

Inilah ajang paling bergengsi di nusantara 6 atau mungkin di dunia yahoo chat, karena ajang ini di peruntukan pada chater yang exist dan aktif di setiap waktu. Owh ya........siapa aj boleh milih kok baik dari nusa6 maupun di luar nusa6 tapi yang pasti para nominator adalah orang2 yang ada di nusa6, disini ada 15 kategori yang masing2 ada 5 nominator (jangan terlalu serius bu....pak....... ini cuma untuk lucu2an aj koq), ini semua tak lebih hanya untuk membuat sesama chater lebih akrab dan exist di bandingkan chat room lain. karena nusantara 6 terkenal dengan kegilaan, kegokilan, dan kerennya maka di setiap kategori di sematkan kata gokil terkeren. lalu apa sajakah ke15 kategori yg siap di perebutkan para chater??? berikut kategori dan penjelasannya
1. booter gokil terkeren
meskipun mereka selalu membuat kesal para korbannya, tapi
kehadiran mereka membuat
nusantara 6 semakin berwarna( jiaah......es krim kalee berwarna) dan ga ada salahnya mereka di apresiasi. karena ga sembarangan orang bisa ngeboot!
2. pelucu gokil terkeren
ini kategori buat para chater yang suka melucu habis, kalo mereka udah ngetik
atau ngomong siap2 tuh perut dikocok
3. pendatang baru gokil terkeren
udah tahu donk ini kategori apa??? yup! ini buat mereka yang terbilang masih
seumuran jagung di nusa6,tapi mereka sudah mendapat tempat disini.
4. politikus gokil terkeren
nah...... kalo kategori ini paling susah nentuin para nominatornya, karena
terlalu banyak politikus di nusa6. tepe teehh..........
5. religon gokil terkeren
ini juga ga kalah banyak ny dengan para politikus nusa6, karena hampir setiap
hari topik agama di perdebatkan jadi mau tak mau semua orang harus terlibat.
tapi mereka yang masuk kategori ini adalah orang2 yang kelihatannya banyak
tahu tentang agama, ga tahu ya mereka itu memang pintar agama atau pura2
pintar heee......
6. pemaki gokil terkeren
pasti!!!! sungguh pasti!!! semua orang pasti benci dengan kategori ini, tapi mau
dikata apa??? maki2 adalah hal yg lumrah di nusa6 dan kita tak bisa
menghindar
7. penyanyi gokil terkeren
test...test... okey sebuah lagu........ itulah kata pertama bagi mereka yg selalu
menggunakan vc untuk bernyanyi, mereka jarang ngetik, jarang ngomong, tapi
kalo nyanyi.......satu malaman lewaaaaat........... huahahahahahha......
8. cuapz gokil terkeren
naah........kalau ini kebalikan dari katregori penyanyi, mereka yang masuk
kategori ini justru lebih banyak cuap2 di vc. begitu joint, langsung standby vc
daaaannn................. NGOMONG dueeh loe...... hahahahahha!!!!!!
9. ibu bijak gokil terbaik
10.bapak bijak gokil terbaik
di nusantara 6 ga semuanya kok yang gila, ada juga orang2 dewasa nan bijak, kata2 mereka hampir ga pernah menghujat, mereka hampir ga pernah maki2,
bahkan bisa dikatakan mereka ga pernah mengeluarkan kata2 kotor, dan yang
paling penting mereka selalu menasihati tanpa terkesan menggurui.
salute buat mereka yg masuk nominasi ini.
11.pasangan gokil terkeren
dan inilah mereka yang disebut2 punya hubungan spesial satu sama lain,
ga tahu apakah emang pacaran atau cuma ngaku2 doank.... yg pasti kehadiran
mereka terkadang membuat iri orang lain heheeee.......
(owhh......so sweeet!!!???)
12.miss aduhai gokil terkeren
jiaaaaah........... lucu ya kategori ini, tapi yg masuk kategori ini khusus
wanita2 penentram jiwa, banyak yg penasaran dengan mereka mungkin karena
kecantikannya, kepribadiannya atau yang lain, ya...tentunya versi yahoo donk!
okey.....!!! itu lah ke12 kategori gokil terkeren! tapi masih ada 3 kategori lagi yaitu kategori utama yang ga perlu di jelaskan, yaitu:
13.the most favorite male chater
14.the most favorite female chater
15.the legend of chater
Itulah kesemua kategori yg akan di perebutkan di nusantara 6 awards 2009(gaya loe...diperebutkan, huahahahaha)bagaimana?? penasaran siapa aja yang masuk nominasi di masing2 kategori????? nantikan segera dan pilihlah jagoan mu!!!! BRB! (gaya seolah-olah tantowi yahya, wakakakaak)

nyawa begitu misteri ada nya
gw masih ga terima kalo orang meninggal itu di sebut kehilangan nyawa
itu belum tentu!
atau sebalik nya,
gw juga tidak terima kalo semua manusia yang hidup di sebut bernyawa
nggak juga!
masih ada orang yang sudah meninggal tapi bernyawa
dan yang tak di sangka,
ternyata lebih banyak lagi orang hidup yang sudah tak bernyawa
ohh....... god!
mereka yang tak menikmati kehidupan ini seketika akan kehilangan nyawa nya
mereka hanya di tugas kan bernafas oleh pompa-pompa jantung
tak lebih dari itu!
shhitt!.....
ketidakpuasan terhadap hidup yang tak seimbang,
membuat mereka serasa mati!
dan tinggalah mayat yg bernafas
mereka akan kehilangan nyawa
mereka sudah menganggap dirinya mati
tak peduli dengan situasi kehidupan
dan hanya menjalani hidup dengan pura-pura
karena mereka tahu mereka sbenarnya sudah mati
sudah tak bernyawa
nyawa sebegitu misteri nya kah?
apakah nyawa itu sebagian dari anggota tubuh?
apakah nyawa hanya sebagian efek dari kehidupan!
ada yang hidup merasa sudah tak bernyawa,
sedangkan yang sudah mayat
terkadang masih bernyawa untuk hidup
ALLOH!!>>>
please! give me a conclution
what for this life to me!

Pemuda itu namanya Raka, tatapan nya kosong memandang jendela yang berembun. Pagi ini dia mendapatkan bisikan yang dia tak tahu dari mana datangnya bisikan itu. dari tatapan kosong nya sekarang berpindah ke arah ibu nya yang masih tertidur lelap menjelang datangnya subuh. dia menangis, seketika pipi nya di banjiri air- air asin dari pelupuk matanya. Entah apa yang membuat nya menangis. seolah - olah bisikan itu yang menyuruh nya menangis terseduh. Dia sangat menjaga keadaan agar ibunya tidak terbangun mendengar dia menagis, sekuat tenaga dia menahan suaranya agar tak terdengar oleh ibunya yang paruh baya, diapun mengusap pipi nya dengan seehelai kain kusam.
Jempol kaki ibu nya bergerak refleks mungkin terkena gigitan nyamuk yang ganas, makllum rumah nya tidak terlalu terang, dan terlalu banyak barang tak layak pakai sehingga menjadi sarang nyamuk. raka dengan lekas menghapus air mata nya dia takut ibu nya bangun dan melihat nya menangis. Dia pura pura terlelap dan menutup kepalanya dengan sarung kusut nya.
Kali ini ibu nya yang terbangun. dengan wajah lusuh ia menatap anak semata wayang nya yang berumur 25 tahun yang sedang tertidur pulas di selimuti sarung dia mendekati tangannya ke arah kepala anak nya, dia ingin mengusap usap kepala anak nya. Tapi dia urungkan niat nya itu dia takut anak nya terbangun. Sang ibu tersenyum sambil memasangkan selendang di kepalanya yang ada di dekat nya, tapi dia terkejut saat menyentuh selendang nya basah kuyup, dia bingung tak mengerti mengapa bisa basah kain kesayangannya itu. Tapi dia tak menghiraukan itu, dengan secepat kilat dia berdiri menuju suatu tempat. Mungkin dia mendengar suatu bisikan yang menyuruh nya beranjak ke suatu tempat.
Dia kembali terjaga saat dia mendengar langkah ibunya ke suatu tempat, dia bersyukur karena ibu nya tak ada lagi di sini, kemudian dia menangis sejadi jadi nya, sebebas bebasnya, sepuas puasnya. kemudian dia kembali melihat jendela namun kini sudah tak berembun walaupun cahaya mentari belum menyapa hari ini. Tatapan nya semakin kosong, pikirannya juga. Dia seperti orang amnesia yang tak mengenali diri nya sendiri. Seketika jendela itu berbicara dengan nada lantang "PECUNDANG"
Dia sangat terpukul mengapa teman setia nya berkata seprti itu pada nya.
Si ibu merasa inilah saat yang tepat untuk menyelesaikan masalah anak nya. Dia memastikan anak nya masih tertidur pulas. Dia gegabah, dia bingung, apakah ini saat yang tepat. setelah dia mengintip ke ruang sebelah dia mendapati anak nya sudah terbangun dan duduk di kasur lapuk nya. apakah ini saat yang tepat??
Si ibu tak tahu lagi apa yang harus dia lakukan untuk menuntaskan masalah anak nya itu. Sudah 25 tahun dia memikirkan jalan terbaik untuk sang anak tapi tak juga ada solusinya. dan menurut nya ini adalah jalan terbaik."Maaf kan ibu nak.... ibu terpaksa melakukan ini". Saat itu, pagi yang belum bersinar menjadi saksi kebodohan seorang ibu.
"PECUNDANG... PECUNDANG.... PECCUUNDANGGG............"
Jendela menghina dia. Dia akhirnya memukul jendela itu dan pecah bersama benci. Rembulan pun pecah, dan berganti menjadi mentari. Sekarang kekosongan dalam dirinya pun hilang. Dia berlari ke sebuah tempat, tempat yang kotor, tempat yang hina. Dia menemukan orang orang sudah tertidur pulas dengan pasangannya masing masing. Dia pun melihat sosok ibu nya di antara orang orang itu.
Kenapa ibu lakukan ini........
Ibu ingin melihat kamu bahagia nak......
Kenapa harus seperti ini....
Hanya ini yang ibu bisa nak....
Lalu kenapa ibu ingin aku bahagia.........
Karena selama ini kamu kosong...........
Ibu tak punya pendidikan apa-apa, tak ada yang bisa ibu lakukan nak..........
sedangkan kau adalah orang berpendidikan, tak ada juga yang bisa kamu lakukan.
Namun ini hanyalah sepenggal pengorbanan ibu padamu.

Mungkin masih banyak yang tak mengenal sosok kita kali ini, pria tionghoa yang bernama soe hok gie, yang menghabiskan hari-harinya di kota jakarta, indonesia. Apa yang menarik dari sosok kita yang satu ini???? jawabannya begitu kompleks, karena dia adalah orang yang menjunjung tinggi rasa sosialitas semasa hidupnya. Soe atau biasa juga di panggil rekan-rekan nya dengan nama Gie lahir di Jakarta pada tanggal 17 Desember 1942, semasa hidupnya beliau selalu bertindak kritis atas ketidakadilan yang ada di depan matanya. Soe sendiri adalah seoarang aktivis muda yang juga seoarang mahasiswa fakultas sastra UI jurusan sejarah tahun 1962-1969.
Tindakan kritis Soe yang vulgar membuat rekan-rekan nya heran dan bertanya buat apa dia melakukan perlawanan ini,karena memang sangat jelas sekali Soe selalu melakukan hal-hal yang tidak sesuai porsi nya bagi seorang mahasiswa. Mungkin Soe adalah pelopor bagi mahasiswa sekarang untuk melakukan tindakan-tindakan demokrasi namun Soe dan rekan-rekan sepertinya lebih arif dan bijaksana dibandingkan demokrasi mahasisiwa masa kini. Soe mulai menulis atas segala hal yang terjadi di negri ini mulai dari kemiskinan, korupsi, kecurangan polotik, hingga tentang pemberontakan PKI. Bagi soe tiada hari tanpa menulis, jiwa sastra Soe lahir dari ayah nya sendiri yang juga seorang penulis, tulisan-tulisan pria yang menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius ini pun banyak telah di terbitkan baik media masa maupun buku, untuk di media masa Soe aktif menulis artikel di harian kompas, kami, dan indonesia raya, sedangkan buku yg telah di terbitkan antara lain Zaman Peralihan (Bentang, 1995), Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997),dan di bawa lentera merah.
Aktivitas Soe tak hanya terpaku pada menulis saja, dia juga sering mengadakan nonton film bersama dan membedah isi dari film itu, selain itu Soe juga aktif di MAPALA(mahasiswa pencinta alam), beliau lebih suka naik gunung dan menonton pertunjukan seni indonesia daripada demo sana sini, namun hal itu terpaksa dia lakukan lagi-lagi karena semua ketidakadilan ada di depan matanya.
Sebenarnya Soe sangat berperan penting dalam melengserkan kepresidenan soekarno dan kedudukan soeharto, semua itu tak terbantahkan dari tulisan-tulisan nya di catatan harian soe. Catatan harian nya kemudian dibukukan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983). Dari buku ini pula seorang sutradara kawakan indonesia, riri riza menuangkan nya ke dalam film pada tahun 2005. Dalam catatan Gie banyak terdapat kalimat-kalimat perlawanan terhadap bangsa ini, yang di inginkan Gie pada saat itu adalah melengserkan Soekarno sebagai presiden karena sudah dianggap melenceng dari cita-cita negeri ini yaitu mensejahterakan rakyat. Selain itu Gie juga menginginkan pemimpin negara ini bukanlah pemimpin yang berpihak pada golongan-golongan tertentu, dalam hal ini Soekarno berpihak lebih ke PKI, namun cita-cita Gie belum tercapai walaupun Soekarno jatuh dan di gantikan oleh Soeharto. Mungkin sampai saat ini cita-cita Gie belum juga terwujudkan untuk mendapatkan presiden yang tak berpihak kepada golongan mana pun.
Pada tahun 1969 Soe Hok Gie meninggal di gunung semeru saat malakukan aktivitas pendakian bersama sahabat nya Idhan Dhanvantari Lubis akibat menghirup asap beracun gunung tersebut, begitu singkat memang. Andai Soe masih hidup di zaman sekarang akankah mahasiswa kita masih brutal dalam berdemokrasi?????
Kembali pada catatan harian Soe Hok Gie yang notabene adalah catatan seorang demonstran, begitu banyak inspirasi di dalam buku itu, kalimat-kalimat yang tajam namun puitis membuat setiap pembaca nya merasa terinspirasi seperti kutipan-kutipan ini:
“Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.”
“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”
“Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.”
“Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.”
“To be a human is to be destroyed.”
“Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.”
“Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.”
“Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.”
“Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.”
“Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.”
“Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?”
“I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist. “
dan kutipan paling populer adalah "Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.”
dari catatan harian yang di penuhi goresan-goresan kata indah ini pula yang membuat seorang John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).
Semoga sosok kita kali ini dapat mengispirasi kita untuk lebih baik lagi sebagai anak muda yang menjunjung tinggi rasa nasionalis. Semoga bermanfaat.


